Latest Trend

PERAN PEWARNA MAKANAN PADA PRODUCT BAKERY & CULINARY

Dunia bakery dan culinary erat sekali hubungannya dengan permainan warna. Karena warna sangat berpengaruh pada bentuk sajian bakery dan culinary secara umum, serta menjadi alasan utama yang bersentuhan dengan selera pelanggan.

Pewarna dalam konteks kuliner adalah zat yang memberikan atau mengubah warna suatu product atau bahan makanan. Menambahkan pewarna pada suatu olahan masakan pada umumnya bertujuan menambah nilai visual pada makanan, sehingga menambah daya tarik masakan dalam hal visual. Dapat juga menjadi pembeda dari product pada umumnya atau pada kompetitor jika Pakarians adalah pedagang atau pengusaha.

Warna dapat menambah selera makan. Warna terang seperti kuning, merah dan orange dapat membuat kita lebih berselera makan. Sehingga warna dapat digunakan sebagai daya tarik calon pembeli jika kita adalah seorang pengusaha makanan. Itulah mengapa cabai selalu menjadi primadona pendamping jika kita ingin makan pecel ayam misalnya, selain rasanya yang pedas cabai memiliki warna merah yang cerah, beberapa cabai hanya memiliki warna namun kurang pedas, sehingga dapat dikombinasikan, contoh cabai merah dengan cabai rawit, sehingga kita mendapatkan warna serta rasa yang diinginkan. Begitu juga dengan olahan kue sering kita jumpai bolu dengan warna kuning cerah atau orange lebih diminati dibanding warna lain, warna kuning atau orange dari bolu didapat dari penggunaan kuning telur. Kuning telur menambah tekstur lembut dan rasa sedikit gurih pada bolu, sehingga kita mendapatkan 2 elemen sekaligus yakni warna dan rasa.

Berikut beberapa jenis pewarna makanan dan cara membuatnya, yang bisa menjadi referensi Pakarians dalam berbisnis bakery dan culinary :

Pewarna makanan buatan

pewarna makanan buatan adalah zat yang dapat mengubah warna suatu olahan makanan dengan bahan baku kimia (buatan) yang bersifat food grade atau aman untuk dikonsumsi.
Pewarna makanan buatan hadir dalam banyak bentuk, pewarna makanan buatan ada yang berbentuk bubuk dan cair. Bahan dasarnya pun memiliki perbedaan, ada yang berbahan dasar air, pasta dan Filma Minyak Goreng.

Pewarna makanan alami

pewarna makanan alami adalah bahan tambah untuk mengubah warna suatu olahan makanan. Namun, bahan-bahan yang digunakan berupa tumbuh-tumbuhan, buah-buahan dan sejenisnya. Didapat dengan cara meng-ekstrak bahan-bahan yang diinginkan.

Cara membuat pewarna alami dari daun

Cara membuat pewarna alami akan berbeda tergantung dari bahan apa yang digunakan. Contoh Jika ingin mendapatkan pewarna dari daun suji adalah dengan membuat perbandingan air lebih sedikit dari bahan yang digunakan, dalam hal ini daun suji. Semakin sedikit air yang digunakan akan semakin bagus, karena jika terlalu banyak air maka akan mengubah tekstur dari olahan makanan yang akan dibuat. Cara adalah siapkan daun suji, cuci bersih dengan air mengalir, sobek atau potong kecil kemudian ditumbuk sambil diberi air sedikit demi sedikit sampai daun hampir hancur atau sampai menemukan konsistensi warna yang diinginkan, saring dan pewarna siap dipakai.

Cara membuat pewarna alami dari buah.

Membuat pewarna dari buah lebih sederhana, yaitu dengan memblender halus buah yang diinginkan dengan takaran air lebih sedikit dari buah, saring, dan siap dipakai. Bisa juga dipanaskan dan dibuat menjadi kental agar kadar airnya berkurang, namun warna pada beberapa buah dapat berubah jika terkena panas. Jika buah yang digunakan mengandung banyak air maka penggunaan air dapat dihilangkan.

 

Beberapa contoh resep yang menggunakan pewarna bisa Pakarians praktekkan untuk usaha bakery Anda di link berikut :

https://www.pakaroti.com/recipe/detail/red-velvet-cookies

https://www.pakaroti.com/recipe/detail/marbled-magic-wands

https://www.pakaroti.com/recipe/detail/rainbow-colours-cupcake

Demikian tips penggunaan warna pada dunia bakery dan culinary. Modifikasi dan inovasi adalah salah satu kunci utama dari keberhasilan suatu usaha.

 

Selamat mencoba Pakarians !

Artikel Terkait

Komentar (0)
Belum terdapat komentar pada halaman ini.