Succes Story

MEMBANGUN KEPERCAYAAN KONSUMEN ALA LENNY SUKMAWATI

“Iseng-iseng berhadiah.” Pasti kita tidak asing dengan istilah tersebut. Iseng-iseng berhadiah bisa diartikan ketika melakukan hal yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya namun memiliki potensi yang tidak terduga.

Adalah Lenny Sukmawati pemilik Randy Cake & Cookies yang awalnya hanya membuat kue kering untuk dibagikan kepada sanak saudaranya pada saat Idul Fitri. Dari situ, ia memutuskan untuk tidak sekedar berbagi kue saja tetapi juga berjualan pada saat Lebaran. Lambat laun, tidak hanya pada saat Lebaran saja, bisnisnya pun memiliki peminat tinggi pada saat hari Natal. Akhirnya, terbesit lah di pikiran Lenny untuk mulai memberanikan diri berbisnis kue yang tidak hanya ada pada saat hari-hari besar saja. 

Lenny memulai usahanya dengan modal awal Rp300.000 sampai Rp500.000. Kurang lebih 6 tahun sudah ia sudah menggeluti bisnis dan terus meningkat pada saat musim hajatan maupun hari raya. 

Roda kehidupan pun terus berputar. Segalanya yang terlihat lancar bukan berarti tanpa halangan. Lenny menuturkan bahwa ia pernah mengalami masa pasang surut ketika kue yang dijual kurang peminat hingga akhirnya terpengaruh pada omzet dan penjualannya. Meskipun penjualannya menurun, dengan optimisme dan sikap pantang menyerah, Lenny pun tetap semangat menjalani usahanya. Ia berprinsip untuk tidak mengurangi bahan yang digunakan guna memangkas biaya produksi. Menurutnya, hal tersebut hanya akan membuat konsumen kecewa pada saat membeli kue-kuenya.

Lenny menuturkan bahwa ia tidak memiliki teknik khusus dalam pembuatan kue-kue yang dijualnya. Belajar dan belajar adalah satu-satunya kunci yang ia lakukan sampai saat ini guna meningkatkan kualitas kue yang dihasilkannya.

Setiap bisnis utamanya memiliki produk yang meninggalkan kesan tersendiri bagi pelanggannya. Konsumen Randy Cake & Cookies memiliki kue favorit, di antarnya kue karamel, tape cake, dan bolu ketan hitam. Menurut para pelanggannya, rasa dan tekstur karamel yang dibuat oleh Randy Cake & Cookies berbeda dengan yang lain. Adapun tape cake-nya yang lembut dan tidak berserat ketika dimakan juga menjadi pilihan banyak pelanggannya, sementara bolu ketan hitamnya laris karena masih susah dicari.  

Tanggapan pelanggan terhadap produk-produknya pun sangat diapresiasi. Selain dinilai enak, kue buatan Lenny memiliki rasa yang gurih, lembut, dan beraroma nikmat. Lenny menuturkan bahwa salah satu  yang membuat kuenya enak yaitu dengan menggunakan Filma Margarine dan Filma Prestige di setiap produk kuenya guna membuat rasanya menjadi lebih enak, gurih, dan memiliki aroma yang wangi. Harga yang terjangkau dengan kualitas yang baik menjadi alasan mengapa ia memilih produk-produk Filma.

Di tengah perkembangan teknologi seperti sekarang ini, Lenny mengaku masih belum memanfaatkan media sosial dengan maksimal untuk memasarkan produknya. Meski begitu, ia sadar bahwa media sosial memiliki dampak yang besar terhadap kelangsungan hidup sebuah bisnis. 

Namun, media sosial bukanlah satu-satunya faktor yang menentukan kesuksesan sebuah bisnis. Kualitas produk adalah yang utama dan satu hal yang pasti, untuk membangun bisnis yang sukses diperlukan rasa semangat yang tinggi, fokus dan jangan pernah putus asa.

Bagaimana, Parakians? Sudahkah berniat untuk membangun bisnis seperti yang dilakukan Lenny? Tidak perlu modal besar karena cukup dengan ratusan ribu rupiah saja sudah bisa menghasilkan kue yang enak. Selain itu, gali inspirasi terkini seputar bisnis cake dan bakery di website dan media sosial Pakaroti. Di sini Anda bisa mendapatkan informasi inspiratif yang bisa meningkatkan kualitas produk dan mengembangkan bisnis Anda. Semoga menginspirasi!

 

Ingin dapat info mengenai resep dan update terkini seputar dunia cake dan bakery? Daftar sekarang juga di sini.