Succes Story

CAKE & BAKERY PENUH INOVASI DARI YANTY CAKERY

Berawal dari ketidaksengajaan, Yanty Dygg menemukan jalan untuk masuk ke bisnis cake dan bakery. Tanpa harus memperumit keadaan, ia menjalankan bisnis tersebut dengan sederhana, sesederhana namanya, Yanty Cakery.
Saat ini, Yanti memang masih menjalankan bisnis cake dan bakery (cakery) dengan apa adanya. Ia belum memiliki toko untuk memajang koleksi produk yang dihasilkan. Meski demikian, pelanggan yang memesan kue buatannya tidak kalah banyak dibandingkan bakery yang sudah memiliki outlet. Yanti Cakery mengandalkan kekuatan media online seperti media sosial dan blog juga perbincangan dari mulut ke mulut untuk memasarkan aneka cake, kue kering dan roti.
Sampai saat ini saya belum kepikiran untuk buka outlet, jadi baru online saja dan dari teman ke teman,” ujarnya.

TAK SENGAJA BERBISNIS YANG BERBUAH MANIS

Memiliki usaha cake dan bakery bukanlah hal yang direncanakan Yanti sejak lama. Keputusannya terjun ke dunia ini berawal dari ketidaksengajaan yang terjadi pada 2010 lalu. Saat itu, Yanti yang sudah tidak bekerja lagi mulai mencari kegiatan untuk mengisi waktu luang. Karena salah satu hobinya adalah baking, maka tak heran jika ia memilih membuat kue saat senggang di sela-sela kesibukan rutinnya mengurus rumah, suami dan anak-anak.
Baginya, baking adalah kegiatan yang menyenangkan untuk membunuh rasa bosan. Kegiatan ini juga bagian dari seni karena memerlukan tangan yang terampil terutama saat mengaplikasikan dekorasi seperti pada wedding cake dan kue ulang tahun. Ditambah talenta yang diwariskan keluarganya, Yanty banyak menghasilkan produk cake maupun bakery yang awalnya hanya untuk konsumsi pribadi. Namun, karena banyaknya orang yang pernah mencicipi cake dan bakery buatannya, order pun mulai berdatangan.
“Nggak sengaja saya suka bagi-bagi kue tester dan ternyata banyak yang suka lalu minta dibuatkan dan dibayar pula,” ungkapnya.